From Challenge to Impact: Tantangan Kualitas dan Keberlanjutan Penelitian di Indonesia
Ekosistem penelitian di Indonesia sebenarnya merupakan permadani potensi yang dinamis, didukung oleh sumber daya yang kaya dan hamparan budaya yang…
Ekosistem penelitian di Indonesia sebenarnya merupakan permadani potensi yang dinamis, didukung oleh sumber daya yang kaya dan hamparan budaya yang…
Dibandingkan dengan naskah utama, file data tambahan sering kali mendapatkan perhatian yang jauh lebih sedikit saat mempersiapkan sebuah makalah untuk…
Penulis artikel ilmiah biasanya berhadapan dengan isu hak cipta (copyright) hanya dalam dua situasi. Situasi pertama—dan yang paling umum—adalah saat menandatangani formulir hak cipta (yang pada praktiknya berarti mengalihkan hak cipta manuskrip kepada penerbit jurnal) sebagai salah satu langkah terakhir sebelum artikel dipublikasikan. Situasi kedua, yang lebih jarang terjadi, adalah ketika editor menanyakan apakah penulis telah memperoleh izin untuk mereproduksi gambar atau tabel yang menjadi bagian dari manuskrip tetapi diambil dari sumber lain yang telah dipublikasikan. Artikel ini menjelaskan cara menangani kedua situasi tersebut sekaligus menguraikan beberapa konsep dasar terkait hak cipta. Namun perlu diingat bahwa hak cipta diatur oleh hukum, dan sebagaimana urusan hukum lainnya, Anda sebaiknya mencari nasihat hukum profesional apabila situasinya menuntut atau risikonya cukup besar. Sebagai catatan penting sejak awal: hanya karena sebuah gambar (foto, diagram, grafik, dan sebagainya) dapat diunduh dari sebuah laman web, bukan berarti gambar tersebut boleh dimasukkan ke dalam publikasi lain—bahkan dengan atribusi yang benar. Jika Anda melakukannya tanpa izin, Anda berpotensi melanggar hak cipta. …
Tabel dan gambar umum digunakan dalam artikel penelitian untuk melengkapi teks. Artikel ini membahas satu aspek saja, yaitu judul pada tabel dan gambar (meskipun untuk gambar, istilah yang lazim digunakan adalah caption). Ada tiga poin yang ingin dibahas: Cara merumuskan judul (kalimat lengkap atau frasa) Cara menata atau memformatnya untuk publikasi (normal, tebal, miring, serta penggunaan huruf kapital) Cara mengakhirinya (dengan tanda titik atau tanpa tanda baca di akhir) Mari kita masuk ke tipsnya: Beri nomor pada semua tabel dan gambar (meskipun hanya ada satu tabel atau satu gambar). Rumuskan judul sebagai kalimat lengkap dan deklaratif yang merangkum inti informasi jika digunakan dalam laporan dan presentasi; namun gunakan frasa yang menunjukkan ruang lingkup jika menjadi bagian dari artikel penelitian. Tulis kata “Table” atau “Figure” beserta nomor yang mengikutinya dalam huruf tebal, tetapi bagian judul lainnya tetap dalam font normal (tidak tebal maupun miring). …
Graphical abstract melengkapi abstrak tertulis dan berfungsi sebagai ringkasan visual dari sebuah artikel ilmiah. Di era yang semakin mengutamakan visual, penyajian dan peringkasan artikel ilmiah secara inovatif menjadi salah satu tujuan penting penerbit akademik. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika penerbit ternama kini meminta penulis untuk menyertakan abstrak visual dalam pengajuan artikel mereka. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari tentang graphical abstract pada jurnal-jurnal Nature. Poin Penting dalam Membuat Graphical Abstract: Jurnal Springer Nature Untuk jurnal Springer Nature seperti Spinal…
Dengan meningkatnya tekanan untuk mempublikasikan dan mendapatkan sitasi, para peneliti saat ini sangat berhati-hati dalam memilih jurnal yang tepat untuk mengirimkan artikel mereka. Salah satu pertanyaan yang sering dihadapi peneliti muda yang produktif adalah: Apakah lebih baik mengirim dua atau lebih artikel ke jurnal yang sama? Atau sebaiknya mencoba mempublikasikan di sebanyak mungkin jurnal berbeda? Pilihan mana yang dapat memastikan jumlah pembaca dan sitasi yang maksimal? Pertama, mari kita luruskan beberapa hal. Ketika saya merujuk pada dua pengiriman (submission), yang dimaksud adalah dua artikel yang benar-benar berbeda. Mengirimkan manuskrip yang sama dua kali, dua manuskrip yang sangat mirip, manuskrip dengan data yang direkayasa, atau memecah satu penelitian menjadi beberapa artikel kecil (salami slicing) jelas tidak dapat diterima. Semua praktik tersebut tidak etis dan tidak boleh dilakukan. …