{"id":1680,"date":"2025-08-21T13:35:00","date_gmt":"2025-08-21T08:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/?p=1680"},"modified":"2025-08-12T18:40:42","modified_gmt":"2025-08-12T13:10:42","slug":"penulisan-akademik-dan-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/","title":{"rendered":"Penulisan Akademik dan AI: Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan oleh Peneliti"},"content":{"rendered":"\n<p>Para peneliti di berbagai belahan dunia kini mulai menggunakan ChatGPT dan alat AI lainnya. Hampir setiap bulan muncul perdebatan baru seputar penggunaan AI untuk penulisan akademik, khususnya dalam pembuatan artikel ilmiah. Peneliti, penulis, editor jurnal, penerbit, pemimpin lembaga riset, dan pemangku kepentingan lainnya ramai-ramai menyuarakan pendapat mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>[Sebagai catatan, ketika kita menyebut \u201cAI\u201d dalam artikel ini, yang dimaksud adalah AI generatif: alat yang dapat menghasilkan output audio, visual, atau teks yang menyerupai karya buatan manusia.]<\/em>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam survei tahun 2023 oleh <a href=\"https:\/\/link.springer.com\/article\/10.1007\/s42438-023-00440-6\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Watermeyer dkk<\/a>. terhadap peneliti di Inggris, lebih dari 70% responden merasa bahwa alat AI telah mengubah cara mereka bekerja, dan lebih dari 80% memprediksi akan menggunakan AI lebih sering di masa depan. Pada Desember 2023, David Maslach, profesor di Florida State University, menulis di blog <a href=\"https:\/\/hbsp.harvard.edu\/inspiring-minds\/generative-ai-can-supercharge-your-academic-research\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Harvard Business Publishing<\/a> bahwa AI generatif dapat \u201cmempercepat\u201d riset, sembari memperingatkan bahwa \u201cAI memang unggul dalam tugas tertentu, tetapi tetap tidak bisa menggantikan semangat dan keunikan manusia yang memotivasi pendidik. Namun, AI bisa membantu memicu kejeniusaan kita.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada Januari 2024, jurnal <em>Nature<\/em> menerbitkan <a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/d41586-024-00115-7\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">opini<\/a> yang bertanya secara gamblang, \u201cApakah AI generatif membantu akademisi melakukan lebih banyak atau justru sebaliknya?\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Baru-baru ini, <a href=\"https:\/\/corp.oup.com\/news\/how-are-researchers-responding-to-ai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">survei Oxford University Press<\/a> pada Mei 2024 menunjukkan bahwa meskipun lebih dari 2\/3 dari 2.000 peneliti dalam sampel mereka telah merasakan manfaat AI, sekitar 90% masih mencari panduan tentang bagaimana menggunakan AI secara tepat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini, kita akan membahas penggunaan AI khusus untuk penulisan akademik, dan bagaimana memanfaatkan LLM (large language models) secara bertanggung jawab dalam penulisan artikel ilmiah. Berikut adalah beberapa hal yang <em>boleh<\/em> dan <em>tidak boleh<\/em> dilakukan oleh peneliti:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1\" height=\"1\" src=\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/image-11.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1685\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>\u2705<\/strong><strong> BOLEH: Pastikan Anda Diizinkan Menggunakan AI untuk Penulisan Akademik<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak jurnal dan universitas sudah menetapkan kebijakan tentang jenis konten berbasis AI yang diperbolehkan. Misalnya, <a href=\"https:\/\/writingcenter.unc.edu\/tips-and-tools\/generative-ai-in-academic-writing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">University of North Carolina<\/a> di Chapel Hill memperingatkan bahwa \u201cjika instruktur mengizinkan penggunaan AI generatif, mereka menganggap bahwa alat ini akan membantu Anda berpikir dan menulis\u2014bukan berpikir atau menulis untuk Anda.\u201d Mereka menyarankan penggunaan AI generatif hanya untuk <em>brainstorming<\/em>, membuat kerangka tulisan, merangkum teks panjang, dan memperhalus bahasa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jurnal seperti <a href=\"https:\/\/www.science.org\/content\/page\/science-journals-editorial-policies\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Science<\/em><\/a> juga memiliki panduan ketat tentang penggunaan dan pengungkapan penggunaan AI, dan memperingatkan bahwa \u201cEditor dapat menolak naskah jika AI digunakan secara tidak semestinya.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, sebelum menggunakan AI dalam artikel atau tesis Anda, pastikan bahwa penggunaannya benar-benar diizinkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1\" height=\"1\" src=\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/image-9.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1683\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>\u2705<\/strong><strong> BOLEH: Pilih Alat AI yang Tepat untuk Penulisan Akademik<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.ifis.org\/blog\/how-chatgpt-is-hindering-research-and-study-efforts\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">ChatGPT memang sangat populer, tetapi tidak selalu cocok untuk kebutuhan penulisan akademik<\/a>. Pada Juli 2023, hanya enam bulan setelah GPT-3 diluncurkan, <a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/d41586-023-02298-x\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">podcast <em>Nature<\/em><\/a> menyebut bahwa alat ini bisa membantu menulis artikel dalam waktu satu jam, tapi dengan kualitas yang meragukan. Kacena dkk. (2024) bahkan menemukan bahwa hingga 70% referensi yang dikutip oleh ChatGPT 4.0 adalah palsu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Apa artinya ini bagi Anda sebagai peneliti? Jika ingin meningkatkan kualitas tulisan ilmiah Anda dengan bantuan AI, gunakan alat yang memang dirancang untuk itu. Misalnya, <a href=\"https:\/\/www.editage.id\/paperpal\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Paperpal<\/strong><\/a> dilatih dengan jutaan artikel ilmiah, bukan konten umum internet, dan dapat memberikan laporan evaluasi singkat atas lebih dari 30 aspek teknis dan kebahasaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Model seperti ChatGPT belum tentu memenuhi standar penulisan akademik yang ditetapkan jurnal dan universitas. Jadi, pilih alat AI Anda dengan hati-hati.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1\" height=\"1\" src=\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/image-8.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1682\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>\u2705<\/strong><strong> BOLEH: Tinjau Kembali Semua Output AI untuk Tulisan Akademik<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tak ada alat AI yang bisa bertanggung jawab atas akurasi dan integritas isi seperti penulis manusia. Anda sebagai ilmuwan tetap bertanggung jawab untuk memeriksa ulang semua teks yang dihasilkan AI dan memperbaiki bagian mana pun yang tidak sesuai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>AI bisa sangat membantu, tapi tidak bisa menggantikan pemikiran kritis dan keahlian bidang Anda. Perlakukan AI sebagai asisten yang membantu, bukan sebagai penulis utama!&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1\" height=\"1\" src=\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/image-10.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1684\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>\u274c<\/strong><strong> JANGAN: Anggap AI Lebih Hebat dalam Menulis Akademik Daripada Anda<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Alat berbasis AI memang sangat bermanfaat, apalagi jika Anda bukan penutur asli bahasa Inggris atau peneliti pemula yang sedang belajar gaya penulisan akademik. AI juga membantu jika Anda sedang sibuk dan butuh bantuan menulis email ke editor jurnal. Namun, AI tetap tidak bisa menggantikan pengetahuan bidang Anda atau pemikiran kritis Anda. Bahkan mungkin informasi yang digunakannya sudah kedaluwarsa; GPT-4o, misalnya, hanya punya pengetahuan sampai September 2021\u2014artinya ia tidak tahu apa pun tentang publikasi setelah itu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u274c<\/strong><strong> JANGAN: Gunakan Gambar Buatan AI dalam Tulisan Akademik<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ingat kasus artikel di <a href=\"https:\/\/www.frontiersin.org\/journals\/cell-and-developmental-biology\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Frontiers in Cell Development and Biology<\/em><\/a> yang dipermalukan karena menampilkan gambar tikus absurd buatan AI? <a href=\"https:\/\/www.vice.com\/en\/article\/4a389b\/ai-midjourney-rat-penis-study-retracted-frontiers\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Media mainstream<\/a> pun ikut menyoroti kasus ini. Selain gambar tikus, artikel tersebut juga menampilkan ilustrasi AI lain yang tidak masuk akal\u2014seperti <a href=\"https:\/\/scienceintegritydigest.com\/2024\/02\/15\/the-rat-with-the-big-balls-and-enormous-penis-how-frontiers-published-a-paper-with-botched-ai-generated-images\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">jalur biologis yang terlihat seperti donat tabur atau pizza psychedelic<\/a>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Masalah dengan gambar buatan AI tidak hanya disadari oleh ilmuwan\u2014publik pun menyoroti <a href=\"https:\/\/www.theverge.com\/2024\/2\/21\/24079371\/google-ai-gemini-generative-inaccurate-historical\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">gambar tentara Nazi<\/a> beragam ras atau <a href=\"https:\/\/www.digital-science.com\/tldr\/article\/the-lone-banana-problem-or-the-new-programming-speaking-ai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pisang yang \u201ctidak bisa sendirian\u201d<\/a>. <a href=\"https:\/\/www.theatlantic.com\/technology\/archive\/2024\/02\/google-gemini-diverse-nazis\/677575\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>The Atlantic<\/em><\/a> menyimpulkan: \u201cAI generatif tidak dirancang untuk mencerminkan kenyataan secara jujur, apa pun kata pembuatnya.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Penerbit seperti <a href=\"https:\/\/www.elsevier.com\/en-in\/about\/policies-and-standards\/the-use-of-generative-ai-and-ai-assisted-technologies-in-writing-for-elsevier\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Elsevier<\/a> dan <a href=\"https:\/\/taylorandfrancis.com\/our-policies\/ai-policy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Taylor &amp; Francis<\/a> per Juli 2024 telah melarang total penggunaan gambar buatan AI, kecuali untuk riset yang memang meneliti AI dalam visualisasi ilmiah. Jadi, lebih baik buat gambar secara manual atau <a href=\"https:\/\/www.editage.com\/services\/other\/artwork-preparation\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">gunakan jasa profesional pembuatan ilustrasi ilmiah.<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1\" height=\"1\" src=\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/image-8.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1681\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>\u274c<\/strong><strong> JANGAN: Cantumkan AI sebagai Penulis dalam Artikel Ilmiah<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak Mei 2023, <a href=\"https:\/\/www.icmje.org\/news-and-editorials\/updated_recommendations_may2023.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE)<\/strong><\/a> secara tegas melarang mencantumkan ChatGPT atau AI mana pun sebagai penulis artikel ilmiah. Alasannya? AI tidak dapat memenuhi syarat utama sebagai penulis: yaitu bertanggung jawab atas akurasi dan integritas isi artikel ilmiah. Sikap ini telah diikuti oleh banyak jurnal, termasuk <a href=\"https:\/\/authors.bmj.com\/policies\/ai-use\/#:~:text=of%20its%20use.-,Authorship,submitted%20to%20BMJ%20for%20publication.\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>BMJ<\/em><\/a> dan <a href=\"https:\/\/journalajee.com\/index.php\/AJEE\/about\/submissions\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Asian Journal of Environment &amp; Ecology<\/em>.<\/a>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Para peneliti di berbagai belahan dunia kini mulai menggunakan ChatGPT dan alat AI lainnya. Hampir setiap bulan muncul perdebatan baru seputar penggunaan AI untuk penulisan akademik, khususnya dalam pembuatan artikel ilmiah. Peneliti, penulis, editor jurnal, penerbit, pemimpin lembaga riset, dan pemangku kepentingan lainnya ramai-ramai menyuarakan pendapat mereka.&nbsp; [Sebagai catatan, ketika kita menyebut \u201cAI\u201d dalam artikel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1686,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[248],"tags":[],"ppma_author":[48],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penulisan Akademik &amp; AI: Tindakan dan Larangan untuk Penyelidik | Editage Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari etika penggunaan AI dalam penulisan akademik. Panduan ini mengulas hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar karya tetap orisinal dan kredibel\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penulisan Akademik &amp; AI: Tindakan dan Larangan untuk Penyelidik | Editage Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari etika penggunaan AI dalam penulisan akademik. Panduan ini mengulas hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar karya tetap orisinal dan kredibel\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Editage Indonesia Official Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-21T08:05:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-12T13:10:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Penulisan-Akademik-dan-AI.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"656\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"438\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dishant\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dishant\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/\",\"url\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/\",\"name\":\"Penulisan Akademik & AI: Tindakan dan Larangan untuk Penyelidik | Editage Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Penulisan-Akademik-dan-AI.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-21T08:05:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-12T13:10:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#\/schema\/person\/cf8254409b2b2d177cdae9442717e49b\"},\"description\":\"Pelajari etika penggunaan AI dalam penulisan akademik. Panduan ini mengulas hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar karya tetap orisinal dan kredibel\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Penulisan-Akademik-dan-AI.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Penulisan-Akademik-dan-AI.jpg\",\"width\":656,\"height\":438,\"caption\":\"Penulisan Akademik dan AI\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/editage.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Persiapan Penelitian\",\"item\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/category\/persiapan-penelitian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Penulisan Akademik dan AI: Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan oleh Peneliti\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/\",\"name\":\"Editage Indonesia Official Blog\",\"description\":\"Editage Indonesia Official Blog\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#\/schema\/person\/cf8254409b2b2d177cdae9442717e49b\",\"name\":\"Dishant\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/70688842b9c37c4df71ababb90936524\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a19ea4ffd563add149030c265be84fbf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a19ea4ffd563add149030c265be84fbf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dishant\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.editage.us\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/editage.id\/blog\/author\/admin-2\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penulisan Akademik & AI: Tindakan dan Larangan untuk Penyelidik | Editage Indonesia","description":"Pelajari etika penggunaan AI dalam penulisan akademik. Panduan ini mengulas hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar karya tetap orisinal dan kredibel","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penulisan Akademik & AI: Tindakan dan Larangan untuk Penyelidik | Editage Indonesia","og_description":"Pelajari etika penggunaan AI dalam penulisan akademik. Panduan ini mengulas hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar karya tetap orisinal dan kredibel","og_url":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/","og_site_name":"Editage Indonesia Official Blog","article_published_time":"2025-08-21T08:05:00+00:00","article_modified_time":"2025-08-12T13:10:42+00:00","og_image":[{"width":656,"height":438,"url":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Penulisan-Akademik-dan-AI.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dishant","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dishant","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/","url":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/","name":"Penulisan Akademik & AI: Tindakan dan Larangan untuk Penyelidik | Editage Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Penulisan-Akademik-dan-AI.jpg","datePublished":"2025-08-21T08:05:00+00:00","dateModified":"2025-08-12T13:10:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#\/schema\/person\/cf8254409b2b2d177cdae9442717e49b"},"description":"Pelajari etika penggunaan AI dalam penulisan akademik. Panduan ini mengulas hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar karya tetap orisinal dan kredibel","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/#primaryimage","url":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Penulisan-Akademik-dan-AI.jpg","contentUrl":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Penulisan-Akademik-dan-AI.jpg","width":656,"height":438,"caption":"Penulisan Akademik dan AI"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/penulisan-akademik-dan-ai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/editage.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Persiapan Penelitian","item":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/category\/persiapan-penelitian\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Penulisan Akademik dan AI: Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan oleh Peneliti"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/","name":"Editage Indonesia Official Blog","description":"Editage Indonesia Official Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#\/schema\/person\/cf8254409b2b2d177cdae9442717e49b","name":"Dishant","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/70688842b9c37c4df71ababb90936524","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a19ea4ffd563add149030c265be84fbf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a19ea4ffd563add149030c265be84fbf?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dishant"},"sameAs":["http:\/\/www.editage.us\/blog"],"url":"https:\/\/editage.id\/blog\/author\/admin-2\/"}]}},"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-04-26 23:01:32","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category"},"authors":[{"term_id":48,"user_id":1,"is_guest":0,"slug":"admin-2","display_name":"Dishant","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a19ea4ffd563add149030c265be84fbf?s=96&d=mm&r=g","user_url":"http:\/\/www.editage.us\/blog","last_name":"Chahar","first_name":"Dishant","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1680"}],"collection":[{"href":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1680"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1687,"href":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1680\/revisions\/1687"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1686"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1680"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=1680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}